Aturan Email Marketing dan Cara Agar Tidak Masuk Spam

Image

Ketika menerapkan email marketing, ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi. Peraturan tersebut tercantum dalam email regulations yang berkaitan dengan hak dari pelanggan. Mereka harus tahu digunakan untuk apa informasi yang sudah diberikan.

Berikut ini ada dua macam regulasi yang harus dipenuhi untuk menerapkan e-mail marketing, di antaranya:

Baca Juga: Lebih Tradisional, E-Mail Marketing Justru Lebih Efektif

CAN-SPAM Compliance

Singkatan dari Controlling the Assault of on-Solicited Pornography and Marketing. Ditetapkan pada 2003 silam, bertujuan untuk melindungi hak pelanggan agar mereka tetap mendapatkan email yang relevan. Dalam mengikuti aturan ini, perusahaan mesti mencantumkan banyak informasi.

Di antaranya adalah nama  perusahaan, alamat perusahaan, pencantuman tautan khusus dalam email, penggunaan akun email yang benar di kolom pengirim dan balas pesan, serta penulisan yang berisikan isi email.

GDPR Compliace

Singkatan dari General Data Protection Regulation,regulasi ini diprediksi akan membina hubungan antara perusahaan dan pelanggan sehingga menjadi lebih tahan lama. Dalam GDPR ini, persyaratan yang harus dipenuhi lebih berat dan bahasa dalam e-mail tidak boleh bertele-tele. Data yang dibagikan dalam e-mail juga harus sesuai bisnis yang sedang digeluti.

Baca Juga:Semakin Berkembang, Ini 5 Jenis Tren Digital Marketing

Menghindari Masuk Spam.

Sementara itu, dalam penerapan email marketing di dunia digital marketing, sering kali email yang dikirim dianggap spam sehingga mengganggu jalinan hubungan perusahaan dan pelanggan. Selain itu, efektivitas dari email marketing juga tidak bisa diukur.

Agar e-mail marketing tidak menjadi spam, ada beberapa cara yang bisa ditempuh. Pertama, e-mail yang masuk harus whitelist, yang artinya berlawanan dengan blacklist. Yakinkan pelanggan agar tidak menandai email dari perusahaan sebagai spam.

Pastikan juga agar pelanggan memasukan alat e-mail perusahaan dalam daftar kontak sehingga dapat memberikan petunjuk dari awal bahwa email marketing yang dikirim bukan spam. Kedua, gunakan email service provider yang terpercaya dan usahakan e-mail service provider yang dipakai adalah yang dbuat oleh perusahaan ternama. Hal itu juga akan mempengaruhi tingkat kepercayaan pelanggan.