Main Media Sosial Bisa Sambil Jualan Hlo! Begini Caranya

Image

Social media marketing adalah salah satu metode digital marketing yang ramai digunakan akhir-akhir ini. Banyaknya pilihan platform media sosial, mulai dari Facebook, Twitter, Instagram hingga sekarang ada TikTok, ditambah dengan fitur-fiturnya yang mendukung kegiatan marketing menjadikan platform sosial media ini banyak digunakan sebagai media pemasaran dan pengkomunikasian produk dan layanan jasa.

Berdasarkan penelusuran ke berbagai sumber, menurut Neil Patel, pendiri SEO tool Ubersuggest mengatakan bahwa sosial media marketing adalah proses menarik perhatian orang agar terikat (engaged) dengan konten yang disajikan. 

Dengan melihat fakta jumlah pengguna jejaring media sosial yang lebih dari 3,2 miliar, social media marketing menjanjikan kemungkinan besar bagi para pelaku bisnis untuk menjangkau target pasar atau konsumennya lebih luas lagi dalam hal pemasaran dan pengkomunikasian produk dan layanan jasa.

Baca Juga: 3 Praktik 360 Degree Digital Marketing Paling Efektif Masa Kini

Bagaimana merancang social media marketing? Secara umum ada beberapa strategi yang bisa dilakukan dan berikut ini 5 strategi penerapan social media marketing:

Selera Audiens

Strategi ini juga sering dikenal dengan pemetaan audiens untuk dijadian tolak ukur kecocokan produk dan layanan jasa yang akan dipasarkan. Selain sebagai tolak ukur kecocokan, pemetaan selera audiens ini juga bisa menjadi penentu konten yang bisa diterima oleh audiens sehingga menghasilkan engangement yang lebih besar

Karakter Audiens

Pengguna platform sosial media sangat beragam sehingga konten yang dibuat harus serelevan mungkin. Sebagai contoh, pengguna Facebook rata-rata adalah kelompok usia rata-rata 40 tahun ke atas (Gen X dan Boomers), sehingga konten yang dibuat harus relevan dengan karakter kelompok usia tersebut.

Baca Juga: Begini Kerja Tim Dokumentasi SOC Media Agency

Sedangkan Instagram dan Tiktok didominasi oleh kelompok Generasi Z (Gen Z) yang berusia antara 10-25 tahun dan kaum milenial yang berusia 26-41 tahun. Karakter kelompok usia ini dikenal dengan hal kekinian sehingga konten yang dibuat haruslah yang memiliki kemas kekinian tersebut.

Konten Menarik

Konten yang menarik adalah konten yang menghasilkan peningkatan engagement dan sharing. Dengan konten yang menarik, seseorang bisa tergerak membeli dan menggunakan produk atau layanan jasa yang dipasarkan.

Untuk menciptakan konten yang menarik, tentunya diperlukan riset terlebih dahulu terkait kebutuhan audiens dan jenis konten apa yang paling disukai. Misalnya, jika audiens kebanyakan dari kelompok usia muda, seperti kaum milenial dan gen z, maka jenis konten yang diperlukan haruslah yang berhubungan dengan kekinian.

Baca Juga: Tingkatkan Peringkat Pencarian, Berikut 5 SEO Tools untuk Riset Keyword

Jadwal Unggah

Atur waktu untuk mengungah konten produk dengan cara melihat keaktifan para pengguna media sosial supaya konten yang diunggah bisa mendapatkan engagement dan feedback dari para pengguna aktif. Biasanya jam-jam aktif pengguna media sosial adalah sekitar jam 12.00 hingga 13.30  karena waktu kebanyakan orang berisitirahat dari kegiatan pekerjaan dan makan siang sehingga mereka bisa berkesempatan untuk mengakses akun sosial media mereka.

Evaluasi

Sosial media akan menyajikan data-data yang akurat mengenai keberhasilan dalam proses pemasaran. Data-data ini bisa digunakan sebagai bahan pembelajaran social media marketing yang lebih baik ke depannya.

Selain engagement dan sharing, ada faktor-faktor lain yang bisa menjadi tolak ukur keberhasilan social media marketing, seperti followers (pengikut), jumlah view atau pengguna meida sosial yang melihat konten, serta seberapa banyak orang yang mengunggah ulang konten yang dibuat. Dari evaluasi ini, pola audiens bisa diuji dan menjadi bahan pertimbangan untuk mencoba strategi lainnya hingga menemukan yang paling pas.